Bagitu banyak cerita yang terkadang langsung membetik hati kita tuk sadar,,sungguh cepat betikan itu. Kecepatannyapun mampu membuka mata dan hatiku
aku luluh dengan kesadaranku bahwa aku telah melakukan suatu kesalahan. aku mengerti bahwa apa yang kulakukan adalah sesuatu yang mengantarkan dosa dan egopun menjeratku pada lingkar hitam kedurjanaan. aku tau itu..
Namun sayang,,terkadang kesalahan yang aku lakukan tidak terasa oleh jati diriku, maka tak jarang bertubi-tubi nasehat dan saran dari kawan yang menyerbuku mental dan tak dapatku terima, nasehat koreksi atas diriku pun terpelanting jauh mencoba mencari beribu-ribu alasan hanya untuk suatu pembenaran yang kiranya pembenaran itu adalah hal yang biasa-biasa saja.
Saudaraku,,begitu banyak kisah hidup ini yang harus kita renungi, terlebih lagi tuk hari ini.
Memang lebih mudah untuk ngomong memberikan wacana dan informasi ketimbang melakukan amal perbuatan, padahal sebenarnya usaha ngomong dalam rangka menasehati itu dalam rangka untuk menggerakkan tekad agar aku mau tuk berubah, “YA” untuk beramal perbuatan terikat dengan hukum Syara.
Aku coba menghela nafas,,,
tahun ini, bulan ini, minggu ini, dan hari ini,,,Allah terlalu sering memperingatkan diri kita. Terlalu sering menegur kita.
Dari hal kecil, namun kita tak mengerti makna tersirat Allah memperingatkan kita, sampai musibah MERAPI yang bisa kita indra saat inipun, banyak yang tak sadar bahwa ini bukti Allah menegur kita secara langsung. Begitu hebat Allah menunjukan langsung teguran-NYA dalam buaian bencana-bencana alam yang kita tonton di liputan media, ya ini semua bisa kita fikirkan bagi manusia yang punya AKAL.
Ya Robb kami sadar bahwa kami lemah, kami hanya hamba yang memiliki keterbatasan. Jika Allah menghendaki maka terjadilah. Jika kita mampu dan mau merubah diri kita, merubah tuk lebih mendekatkan diri kepada Allah niscaya halangan dan rintangan yang menghalangi diri untuk mendekatkan diri kepada Allah akan terlampaui. Bahkan yakinlah bahwa ketika kita menolong agama Allah niscaya Allahpun akan menolong kita. Sekarang saatnya menyemangatkan lagi nafsu kita untuk memeluk dan merindu berteduh di Syurga. Semoga bencana ini mampu membuka telinga, mata, hati dan laku kita untuk kembali kepada hukum Allah aturan hakiki dalam bingkai Syariah.
Instropeski diri, instrospeksi bersama, kita lemah,, namun kekuatan itu akan selalu ada ketika kita MAU dan MAMPU melakukan, meraih dan bergerak, berAZZAM tuk kemuliaan dunia dan akherat hanya dengan belajar ISLAM dan mengajarkan ISLAM. Terus bergerak, karena berproses bukan berarti diam..
Minggu, 14 November 2010
Sabtu, 09 Oktober 2010
GALAU......

berawal dari 07 oktober 2009,,, hati ini mulai diuji....!!
sampai dengan sekarang....!!!
siapapun orang yang punya masalah ketika dihadapkan dengan orang tua pastinya kalah. ma2,, bukti kecintaan anakmu ni... belum seberapa,,, DIA....DIA...DIA.... mengapa harus DIA...??? hati ni INGIN menjerit... namun tak bisa,,4jam tetesan air mata tak berhenti terus mengalir. andai dari AWAL anna berani katakan TIDAK untuk semua sandiwara ini. pastinya malam ini sujudku padaMU ya RABB lebih tenang... :'(
H
E
R
Y
O
U .............
anna ingiiiin katakan SUDAHLAAAAAAAh..............................
anna ingin berhenti dari sandiwara yang kau awali.................
tarik ulurnya cerita ini,,, membuat aktifitasQ tak KONSEN.........
Jumat, 30 Juli 2010
Perjalanan
Tapak perjalanan itu semakin jauh
membekas pada alur-alur jalan hidup, menoreh pendakian....
Ada urusan kelelahan yang membayang
Ada duri-duri yang menusuk tajam
Ada kegamangan yang muncul tenggelam
dan Tapak Perjalanan Itu semakin Jauhhh......
Duhai,...Rabb, Al-Aliim.........
jika kau tutup tabir ilmu-Mu
Siapa yang sanggup menyibaknya untuk-ku?
Duhai,...Rabb, Al-Hakim.........
jika Kau rahasiakan hikmah-Mu, siapa yang sanggup menyatakanPadaku?
Duhaii,...Rabb, Al-Latif.........
Jika Kau bekukan Kelembutan-Mu, Siapa yang sanggup mncairkan kerasnya hatiku?
Sedang Engkau tahu, rapuhnya diri di tengah badai Ayat-Mu
Sedang Engkau tahu, dangkalnya akal di pusaran Kuasa-Mu
Sedang Engkau tahu,lemahnya jiwa digelaran Jiwa-Mu
Tapak perjalanan itu semakin Nyata, membekas pada alur-alur hidup
menyampaikan pesan akan kehinaan dan kealpaan diri..........
menggugat janji untuk senantiasa mengabdi
menagih sumpah untuk selalu tambat diatas jalan pendakian
menyadarkan kemana terminal terakhir perjalanan..
Dan Tapak perjalanan itu semakin Nyata
Tapak prjalanan itu semakin hidup, melantunkan peringatan akan kelemahan makhluk bernama "INSAN".....
Mendendangkan Irama Cinta, kelapangan dan Kasih sayang....
Mengajarkan Indahnya Kesabaran, hikmah dan kebijakan....
Memahamkan arti sebuah perjuangan Panjang....
Dan,..Tapak perjalan itu semakin hidup......
"Subhaanaka laa Ilmalanaa illa maa allamtanaa minka anta alimulhakiim"
Rabb, jika rasa sakit itu,..Kau ganti dengan kesembuhan yang berlapis-lapis
dan luka itu menjadi sebab syahdunya pengaduanku pada-Mu, aku ridha......
Rabb, ajari aku dengan Asma-Mu yang agung, agar aku mengerti arti setiap penciptaan-Mu......
(sebuah ayat buat diri dan saudaraku, tersimpan seuntai do'a moga Allah meramati sisa hidup kita,...Aminnnnn).
membekas pada alur-alur jalan hidup, menoreh pendakian....
Ada urusan kelelahan yang membayang
Ada duri-duri yang menusuk tajam
Ada kegamangan yang muncul tenggelam
dan Tapak Perjalanan Itu semakin Jauhhh......
Duhai,...Rabb, Al-Aliim.........
jika kau tutup tabir ilmu-Mu
Siapa yang sanggup menyibaknya untuk-ku?
Duhai,...Rabb, Al-Hakim.........
jika Kau rahasiakan hikmah-Mu, siapa yang sanggup menyatakanPadaku?
Duhaii,...Rabb, Al-Latif.........
Jika Kau bekukan Kelembutan-Mu, Siapa yang sanggup mncairkan kerasnya hatiku?
Sedang Engkau tahu, rapuhnya diri di tengah badai Ayat-Mu
Sedang Engkau tahu, dangkalnya akal di pusaran Kuasa-Mu
Sedang Engkau tahu,lemahnya jiwa digelaran Jiwa-Mu
Tapak perjalanan itu semakin Nyata, membekas pada alur-alur hidup
menyampaikan pesan akan kehinaan dan kealpaan diri..........
menggugat janji untuk senantiasa mengabdi
menagih sumpah untuk selalu tambat diatas jalan pendakian
menyadarkan kemana terminal terakhir perjalanan..
Dan Tapak perjalanan itu semakin Nyata
Tapak prjalanan itu semakin hidup, melantunkan peringatan akan kelemahan makhluk bernama "INSAN".....
Mendendangkan Irama Cinta, kelapangan dan Kasih sayang....
Mengajarkan Indahnya Kesabaran, hikmah dan kebijakan....
Memahamkan arti sebuah perjuangan Panjang....
Dan,..Tapak perjalan itu semakin hidup......
"Subhaanaka laa Ilmalanaa illa maa allamtanaa minka anta alimulhakiim"
Rabb, jika rasa sakit itu,..Kau ganti dengan kesembuhan yang berlapis-lapis
dan luka itu menjadi sebab syahdunya pengaduanku pada-Mu, aku ridha......
Rabb, ajari aku dengan Asma-Mu yang agung, agar aku mengerti arti setiap penciptaan-Mu......
(sebuah ayat buat diri dan saudaraku, tersimpan seuntai do'a moga Allah meramati sisa hidup kita,...Aminnnnn).
Senin, 19 Juli 2010
Doa agar diteguhkan di Atas Hidayah
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Rabbabaa Laa Tuyigh Quluubanaa Ba'da Idz Hadaitanaa wa Hab Lana Mil-Ladunka Rahmatan Innaka Antal-Wahhaab
Artinya: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)." (QS. Ali Imran: 7)
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ
Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi 'Ala Diinik
Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu." (HR. Ahmad dan at Tirmidzi)
اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
Allaahumma Musharrifal Quluub, Sharrif Quluubanaa 'Alaa Thaa'atik
Artinya: "Ya Allah yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk taat kepadamu." (HR. Muslim)
Keterangan:
Ketiga doa di atas adalah doa yang bersumber dari Al Qur'an dan sunnah shahihah. Maka seorang muslim patut menghafal dan memunjatkannya kepada Allah setiap waktu, karena terpelihara ataupun tercabutnya hidayah terletak pada kehendak dan kekuasaan Allah. Apabila Allah meneguhkan hidayah, tidak ada yang dapat memalingkan dan menyesatkannya.
مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِي وَمَنْ يُضْلِلْ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
"Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi." (QS. Al A'raf: 175)
Pada ketiga doa di atas berisi permohonan terpeliharanya hati. Karena hati merupakan penentu baik dan buruknya amal perbuatan seseorang. Dia menjadi pusat takwa dan hidayah. Namun, dia juga menjadi pusat kekufuran dan kesesatan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
أَلَا وَإِنَّ فِي اَلْجَسَدِ مُضْغَةً, إِذَا صَلَحَتْ, صَلَحَ اَلْجَسَدُ كُلُّهُ, وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ اَلْجَسَدُ كُلُّهُ, أَلَا وَهِيَ اَلْقَلْبُ
" ....ketahuilah sesunguhnya di dalam jasad itu ada segumpal daging, apabila baik maka baiklah seluruh jasadnya, dan apabila rusak maka rusaklah seluruh jasadnya, ketauhilah bahwa dia itu adalah hati." (Muttafaq 'Alaih dari An Nu'man bin Basyir)
Sedangkan hati setiap orang berada di bawah kendali Allah 'Azza wa Jalla. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "sesungguhnya hati anak Adam (manusia), semuanya berada di antara dua jari dari jari-jemari Allah, laksana hati yang satu, Dia arahkan ke mana saja yang Dia kehendaki." (HR. Muslim)
Dalam riwayat at Tirmidzi dari hadits Malik bin Anas, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Sesungguhnya hati itu berada di dua jari dari jari-jari Ar Rahman, Dia membolak-balikkan sekehendak-Nya." Dalam riwayat Ahmad, "jika Dia berkehendak (untuk menjadikannya sesat) maka akan disesatkan-Nya dan jika berkehendak maka akan tetap diteguhkan di atas petunjuk."
Sedangkan siapa yang hatinya dijaga oleh Allah dengan hidayah, tiada seorang pun yang bisa menyesatkannya.
مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ
"Siapa yang diberi hidayah oleh Allah maka tidak seorangpun yang bisa menyesatkannya. Sebaliknya, siapa yang disesatkan oleh Allah maka tida seorangpun yang bisa memberinya petunjuk." (HR. Ahmad, Abu Dawud, at Tirmidzi dan lainnya)
Karenanya, kita senantiasa memohon kepada Allah, Rabb kita semua, agar tidak menjadikan sesat hati kita setelah dia memberi petunjuk, dan kita juga memohon limpahan rahmat dari sisi-Nya, sesungguhnya Dia
Rabbabaa Laa Tuyigh Quluubanaa Ba'da Idz Hadaitanaa wa Hab Lana Mil-Ladunka Rahmatan Innaka Antal-Wahhaab
Artinya: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)." (QS. Ali Imran: 7)
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ
Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi 'Ala Diinik
Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu." (HR. Ahmad dan at Tirmidzi)
اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
Allaahumma Musharrifal Quluub, Sharrif Quluubanaa 'Alaa Thaa'atik
Artinya: "Ya Allah yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk taat kepadamu." (HR. Muslim)
Keterangan:
Ketiga doa di atas adalah doa yang bersumber dari Al Qur'an dan sunnah shahihah. Maka seorang muslim patut menghafal dan memunjatkannya kepada Allah setiap waktu, karena terpelihara ataupun tercabutnya hidayah terletak pada kehendak dan kekuasaan Allah. Apabila Allah meneguhkan hidayah, tidak ada yang dapat memalingkan dan menyesatkannya.
مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِي وَمَنْ يُضْلِلْ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
"Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi." (QS. Al A'raf: 175)
Pada ketiga doa di atas berisi permohonan terpeliharanya hati. Karena hati merupakan penentu baik dan buruknya amal perbuatan seseorang. Dia menjadi pusat takwa dan hidayah. Namun, dia juga menjadi pusat kekufuran dan kesesatan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
أَلَا وَإِنَّ فِي اَلْجَسَدِ مُضْغَةً, إِذَا صَلَحَتْ, صَلَحَ اَلْجَسَدُ كُلُّهُ, وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ اَلْجَسَدُ كُلُّهُ, أَلَا وَهِيَ اَلْقَلْبُ
" ....ketahuilah sesunguhnya di dalam jasad itu ada segumpal daging, apabila baik maka baiklah seluruh jasadnya, dan apabila rusak maka rusaklah seluruh jasadnya, ketauhilah bahwa dia itu adalah hati." (Muttafaq 'Alaih dari An Nu'man bin Basyir)
Sedangkan hati setiap orang berada di bawah kendali Allah 'Azza wa Jalla. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "sesungguhnya hati anak Adam (manusia), semuanya berada di antara dua jari dari jari-jemari Allah, laksana hati yang satu, Dia arahkan ke mana saja yang Dia kehendaki." (HR. Muslim)
Dalam riwayat at Tirmidzi dari hadits Malik bin Anas, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Sesungguhnya hati itu berada di dua jari dari jari-jari Ar Rahman, Dia membolak-balikkan sekehendak-Nya." Dalam riwayat Ahmad, "jika Dia berkehendak (untuk menjadikannya sesat) maka akan disesatkan-Nya dan jika berkehendak maka akan tetap diteguhkan di atas petunjuk."
Sedangkan siapa yang hatinya dijaga oleh Allah dengan hidayah, tiada seorang pun yang bisa menyesatkannya.
مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ
"Siapa yang diberi hidayah oleh Allah maka tidak seorangpun yang bisa menyesatkannya. Sebaliknya, siapa yang disesatkan oleh Allah maka tida seorangpun yang bisa memberinya petunjuk." (HR. Ahmad, Abu Dawud, at Tirmidzi dan lainnya)
Karenanya, kita senantiasa memohon kepada Allah, Rabb kita semua, agar tidak menjadikan sesat hati kita setelah dia memberi petunjuk, dan kita juga memohon limpahan rahmat dari sisi-Nya, sesungguhnya Dia
Langganan:
Postingan (Atom)