Jumat, 03 Juni 2011

I love you so much, Dad..!!!


Yang Tidak Bisa Diucapkan Ayah
................

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya..
Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….

Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : “Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja…..

Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut…
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…

Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa….
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…

Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ayang”.
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT….kuat untuk peringin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sgi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.

Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu…..
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya….
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik….
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….

Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….

Papa telah menyelesaikan tugasnya….
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal..

Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah / Bapak / Romo / Papa / Papi kita… tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi dibalik hatinya ;)

Senin, 02 Mei 2011

Kupu-kupu vs Wanita


Melihat gelagat kupu-kupu membuatkan banyak orang menjadi senang, ceria dan terpesona. Banyak yang akan tersenyum melihat kecantikan kupu-kupu. Ia mengindahkan alam dan menyempurnakan sekuntum bunga. Pasti ada yang tidak menjadi buah jika ada bunga yang tidak dihinggapi kupu-kupu.

Banyak yang akan tertarik untuk menangkap kupu-kupu apabila melihat ia terbang berkeliaran di udara. Kecantikan kupu-kupu terletak pada warna dan corak sayapnya. Akan tetapi kecantikannya tidak akan kekal jika banyak tangan yang menyentuhnya.

Warna dan corak kupu-kupu pasti akan melekat pada jari jemari apabila kita menangkapnya. Selepas itu tiada siapapun yang akan tertarik padanya lagi. Keindahan kupu-kupu telah hilang untuk dikagumi.

Kupu-kupu ibarat wanita. Wanita indah untuk disentuh, tetapi nilai dirinya akan merosot setiap kali ada tangan-tangan kotor mencemari tubuhnya. Harga diri dan kesuciannya mudah tercemar jika tidak dijaga dengan sempurna.

Begitulah wanita. Kecantikan wanita bagaikan kupu-kupu yang terbang membawa keindahan corak pada dirinya. Ia akan membuatkan lelaki mudah tertarik pada wanita. Tetapi untuk menjaga harga diri seorang wanita, bukanlah dengan membiarkan kecantikannya disentuh, dipegang oleh semua yang tertarik padanya. Biarlah kecantikan pada wanita itu diperolehi melalui jalan yang diredhai Allah.

Wanita harus menjaga harga kecantikan dan keindahan seorang wanita menurut ketentuan dan panduan yang Allah ajarkan di dalam al-Quran yang telah di sampaikan oleh RasulNya. Hanya dengan menuruti perintah Allah, kemuliaan, harga diri, kecantikan, dan keindahan seorang wanita akan terjaga dan terpelihara.

Daripada Anas, Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:

"Apabila seorang perempuan mendirikan sembahyang lima waktu, berpuasa sebulan (Ramadhan), menjaga kehormatan dan taat kepada suami, dia akan disuruh memasuki syurga melalui mana-mana pintu yang dia sukai." [Hadis Riwayat Ahmad]


Alangkah mudahnya jalan yang Allah hamparkan kepada seorang wanita untuk masuk Syurga Allah. Antaranya menjaga kehormatan diri setelah mendirikan solat dan berpuasa. Apabila telah tiba jodoh pertemuannya, maka taatilah suami dan mereka dimuliakan Allah dengan memberi keistimewaan untuk masuk Syurga dari mana-mana pintu yang dikehendakinya.

Artikel iluvislam.com

Minggu, 01 Mei 2011

:: Hati Yang Bersih :::

Mengapa hati cenderung tertarik dengan dosa-dosa dan menjauh dari pahala?

Mengapa banyak peringatan tidak membuat orang jera berbuat nista?

Mengapa hati tidak tertarik dengan imbalan pahala dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala?

Bila hati jauh dari dzikrullah, tilawah Al-Qur’an, istighfar, do’a, dan qiyamullayl, maka air mata tak pula meleleh di kala ingat akan dosa atau diingatkan tentang neraka.Saat itulah hati telah keras membatu.

Lalu adakah kiat untuk melembutkan hati itu?

Sesungguhnya kelembutan, kekhusyu’an serta keluluhan hati kepada Sang Pencipta dan Yang membentuk hati-hati tersebut merupakan suatu pemberian dari Ar-Rahman (Yang Maha Penyayang) dan sebuah karunia dari Ad-Dayyan (Yang membuat perhitungan).

Secara fisik, hati adalah salah satu organ tubuh yang sangat penting dalam hidup manusia. Hati adalah pabrik kimia yang terbesar di dalam tubuh yang berfungsi membersihkan darah dari semua racun dan kotoran-kotoran. Hati juga menyimpan vitamin-vitamin yang berguna bagi tubuh dan juga menyediakan mineral yang diperlukan tubuh. Bila terjadi kerusakan di dalam hati, maka akibatnya sangat buruk bagi kehidupan manusia, bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Secara hakekat, hati adalah segumpal darah yang merupakan pusat dari panca indera manusia. Ia sangat peka, halus dan tembus. Hati dapat melihat, tetapi tidak terlihat oleh panca indera lahir. Di dalam hadist Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, disebutkan bahwa “….ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada segumpal daging jika ia baik seluruh tubuh akan baik jika ia rusak seluruh tubuh akan rusak. Ketahuilah dialah hati. (Muttafaq Alaihi).


Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah berkata: “Ketahuilah, sesungguhnya seorang hamba menempuh jalan Allah dengan hati dan tekat bajanya dan bukan dengan fisiknya. Hakikat takwa adalah takwanya hati, bukan takwanya anggota badan.”


Imam Al-Ghozali mengatakan bahwa hati itu ibarat cermin. Bila hati itu bersih, laksana sebuah cermin yang jernih yang bisa memantulkan bayangan diri yang sebenarnya. Cermin yang jernih akan secara jujur memperlihatkan kecantikan dan kekurangan di dalam penampilan seseorang. Setiap perilaku yang baik akan terlihat baik, sedangkan perilaku yang buruk akan jelas terpampang di dalam cermin hati.


Untuk memperoleh ilmu yang sinar cahaya mampu menerangi hati dan meluas dalam dada seseorang harus mampu membersihkan dan membeningkan hatinya terlebih dahulu. Hati yang bersih adalah hati yang terbebas dari ketamakan terhadap urusan duniawi dan tidak pernah digunakan untuk menzalimi sesama dan untuk itu bebaskanlah ia dari semua ini.


Sesungguhnya keadaan hati anda tergantung diri anda sendiri, kebaikan diri anda tergantung pada anda sendiri, dan rusaknya diri anda tergantung pada anda sendiri, karena itu seorang Muslim haruslah senantiasa mengawasi dan berusaha untuk memperbaiki hatinya. Hati mempunyai kemampuan untuk memutar bailk fakta dan kenyataan, sesuatu yang baik dianggap buruk, sedangkan yang buruk dianggap baik. Bid’ah dikatakan Sunnah, sedangkan Sunnah dikatakan Bid’ah, yang hak dianggap bathil dan yang bathil diangap sebuah kebenaran. Hati yang bersih senantiasa cinta kepada iman dan memandangnya indah di sisi Allah, membenci segala dusta dan kebohongan. Bila hati tercemar dari virus-virus kehidupan, segera bersihkan dengan taubat. Hati akan bersih dengan taubat, sedangkan tubuh akan bersih dengan air. Jauhi sendau gurau dan membuat lelucon yang dapat mematikan hati. “Janganlah kalian banyak tertawa, karena banyak tertawa itu akan mematikan hati ” (HR Ibnu Majah).


Salah satu sifat yang mampu membuat hati bercahaya dan tidak kotor adalah senantiasa bergaul (dekat, ingat dan senantiasa merasakan kehadiran-Nya) dan dialog dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hati yang seperti ini tidak akan pernah merasakan galau dalam kehidupan dunia ini adan inilah yang difirmankan oleh-Nya; “Ketahuilah dengan mengingat Allah sajalah hati menjadi tenang dan tentram“. (QS. Ar-Ra’d: 28).


Kemudian selanjutnya seseorang harus berupaya agar dicintai-Nya dan salah satu sifat yang dapat menyampaikan kita untuk maqam cinta adalah sifat zuhud. Zuhud bukan berarti mengharamkan yang halal, tetapi zuhud adalah di mana orientasi hidup tidak diarahkan untuk kepentingan yang sejenak dan sementara (duniawiyah) tetapi hanya Allah, hati tidak terikat dan dikuasa harta benda dunia melainkan penuh dengan cahaya-Nya dan kebesaran-Nya sehingga jika ia berharta, hartanya hanya untuk kebaikan dan mencari ridha-Nya, jika ia punya jabatan, jabatannya untuk menegakkan kebenaran, keadilan dan seterusnya.


Hidupnya hati seorang hamba tentu lebih utama untuk diperhatikan. Jika hidupnya badan membuatnya lancar dalam beraktifitas, maka hidupnya hati membuatnya bahagia dunia dan akhirat; begitu pula sebaliknya.


Subhanallah, sungguh setiap orang yang hatinya dipenuhi dengan cahaya Allah akan terasalah nikmat dan kelezatan hidup yang luar biasa. Allah berfirman: ….cahaya di atas cahaya, Allah membimbing siapa saja yang dikehendaki-Nya pada cahaya-Nya (QS. 24 an-Nur: 35).


Wallahu a’lam bisshawab
___________________

Dikutip dari buku terbitan At-Tibyan dengan judul “Kiat Melembutkan Hati dan Menangis Karena Allah”

Sabtu, 02 April 2011

Asma binti Abu Bakar ash Shiddiq

Do’a Asma kepada anaknya Abdullah bin Zubair
Tatkala Abdullah bin Zubair diangkat menjadi khalifah setelah khalifah Yazid bin Muawiyah meninggal, negeri-negeri Hijaz, Mesir, Iraq, Khurasan dan sebagian besar negeri Syam tunduk ke bawah pemerintahannya. Tapi Bani Umayyah tidak tinggal diam menyiapkan tentara yang besar dibawah pimpinan panglima Hajjaj bin Yusuf ats Tsaqofi untuk menggulingkan khalifah. Abdullah bin Zubair turun ke medan tempur memimpin sendiri tentara yang setia kepadanya. Dia memperlihatkan kebolehannya sebagai panglima perang yang gagah berani dengan taktik dan strategi perang yang brillian.
Tetapi para perwira bawahan dan prajuritnya banyak yang meninggalkannya satu demi satu, membelot ke pihak musuh. Akhirnya dengan jumlah tentara yang tinggal sedikit dia mundur dibawah naungan Ka’bah yang suci dan agung. Beberapa saat sebelum kekalahannya, Abdullah bin Zubair pergi menemui ibundanya yang sudah lanjut usia dan mengundurkan diri dari kegiatan masyarakat umum dan matanya sudah buta.
“Assalamu’alaiki wa rahmatullahi wabarakatuhu, ya ummah !” kata Abdullah memberi salam kepada ibunya.
“Wa’alaikassalam wa rahmatullahi wabarakatuhu.. ya Abdullah..!
“Mengapa engkau datang kesini pada waktu begini.. ? Padahal batu-batu besar yang dilontarkan Hajjaj kepada tentara mu menggetarkan seluruh kota Makkah.” Kata ibunya..
“Aku datang hendak bermusyawarah dengan ibu,” jawab Abdullah dengan hormat.
“Tentang masalah apa ?” tanya ibunya khawatir.
“Tentaraku banyak meninggalkanku. Mereka membelot kepadaku daripada pihak musuh. Mungkin mereka takut kepada pihak Hajjaj atau bisa juga mereka menginginkan sesuatu yang dijanjikannya, sehingga anak-anak dan istriku pun berpisah denganku. Sedikit sekali jumlah tentara yang tinggal bersamaku. Mereka itupun agaknya tidak akan sabar bertahan lebih lama denganku. Sementara itu, para utusan Bani Umayyah menawarkan kepadaku apa saja yang kuminta berupa kemewahan dunia asal saja aku bersedia meletakkan senjata dan bersumpah setia mengangkat Abdul Malik bin Marwan menjadi Khalifah. Bagaimana pendapat ibu?” tanya Abdullah.
Asma menjawab dengan suara tinggi, “Terserah kepadamu ya Abdullah! Bukankah engkau sendiri yang tahu dengan dirimu? Bila engkau yakin bahwa engkau mempertahankan yang hak dan mengajak kepada kebenaran, maka teguhkan dirimu seperti para prajuritmu yang telah gugur dalam mengibarkan benderamu..! Tetapi bila engkau seorang laki-laki pengecut, berarti engkau mencelakakan diri sendiri dan menjual murah harga kepahlawananmu selama ini, nak..!”
Abdullah menundukkan kepala di hadapan ibunya yang kelihatan marah bercampur berbagai perasaan yang tak pasti wujudnya. Walaupun ibunya sudah tua dan buta, Abdullah yang merupakan khalifah yang gagah berani tidak sanggup melihat wajah ibunya, karena sangat hormat dan kasih kepadanya.
“Tetapi aku akan terbunuh hari ini bu..?” kata Abdullah dengan lembut.
“Itu lebih baik bagimu dari pada engkau menyerahkan diri kepada Hajjaj. Akhirnya toh kepalamu akan diinjak-injak juga oleh budak-budak Bani Umayyah dengan mempermainkan janji-janji mereka yang sulit dipercaya,” jawab ibunya tegas dengan nada tinggi.
“Aku tidak takut mati bu..! tetapi aku khawatir mereka akan mencincang dan merobek-robek jenazahku dengan kejam.., kata Abdullah lagi.
“Tidak ada yang perlu ditakutkan, perbuatan orang yang hidup sesudah kita mati. Kambing yang sudah disembelih tidak merasa sakit lagi ketika kulitnya dikupas orang,” kata ibunya.
“Semoga ibu diberkati Allah. Begitu pula hendaknya buah pikiran ibu yang terang benderang. Maksud kedatanganku hanya untuk mendengar apa yang telah kudengar dari ibu. Allah Maha tahu aku tidak lemah dan aku tidak hina. Dia Maha tahu, aku tidak terpengaruh oleh dunia dan kemewahannya. Murka Allah bagi orang-orang yang menyepelekan segala yang diharamkan-Nya. Inilah aku, anak ibu..! Aku selalu patuh menjalani segala nasihat ibu. Apabila aku tewas, janganlah ibu menangisiku.. Segala urusan kehidupan ibu, serahkan kepada Allah..!” kata Abdullah menguatkan hati ibunya.
“Yang ibu khawatirkan kalau-kalau engkau tewas di jalan yang sesat,” kata Asma memperlihatkan keteguhan imannya.
“Percayalah ibu..! Anak ibu tidak memiliki pikiran sesat untuk berbuat keji. Anak ibu tidak percaya untuk menyelamatkan diri dengan mengorbankan orang-orang muslim yang baik atau melakukan kejahatan-kejahatan lain. Anak ibu mengutamakan keridhoan Allah Azza wa Jalla dan keridhoan ibu. Aku katakan semua ini dihadapan ibu dari hatiku yang putih bersih. Allah ta’ala menanamkan kesabaran yang dalam di hati sanubari ibu.”
Jawab Asma..” Alhamdulillah..! segala puji bagi Allah yang telah membuat engkau teguh memegang apa yang disukai-Nya dan yang ibu sukai pula. Mendekatlah kepada ibu, anakku..! ibu ingin mencium bau mu dan menyentuhmu. Agaknya inilah saat terakhir bagi ibu untuk menciummu..”
Abdullah menjatuhkan diri kedalam pangkuan ibunya. Hidung Asma beranjak dari kepala, muka dan ke tengkuk Abdullah. Tangannya menyentuh tubuh Abdullah.., tetapi tiba-tiba Asma menarik kembali tangannya seraya bertanya.. “Apa yang engkau pakai, hai Abdullah..?”
“Baju besi..!” jawab Abdullah
“Untuk apakah pakaian seperti ini dipakai oleh orang yang ingin mati syahid..?” tanya Asma
“Aku memakainya untuk menyenangkan hati ibu..” jawab Abdullah
“Tanggalkan baju besi itu..! tanpa baju besi engkau lebih memperlihatkan semangat yang tinggi dan keperkasaan. Disamping itu engkau dapat bergerak dengan leluasa, ringan dan lincah. Sebagai gantinya pakailah celana rangkap. Seandainya engkau tewas, auratmu tidak mudah terbuka..” kata ibunya dengan penuh kasih sayang.
Abdullah melepas baju besinya, kemudian memakai celana rangkap. Sesudah itu dia pergi ke Masjidil Haram meneruskan pertempuran sambil berpesan kepada ibunya.. “Jangan bosan mendo’akanku, ibu..!”
Asma kemudian menadahkan kedua tangannya ke langit dan berkata.. “Wahai Allah ..! kasihanilah dia karena shalatnya yang panjang diselingi tangis penuh di tengah malam buta, ketika orang-orang lain sedang tidur nyenyak. Duhai Allah..! kasihanilah dia yang sering menahan lapar dan haus ketika bertugas jauh dari Madinah atau Makkah dalam menunaikan ibadah puasa karena-Mu. Duhai Allah..! kasihanilah dia yang selalu berbuat kebaikan dan menuntut kasih sayangnya, terhadap ibu dan bapaknya. Duhai Allah..! aku serahkan dia kedalam pemeliharaan-Mu dan aku ridho dengan apa yang telah Engkau tetapkan baginya dan berilah aku pahala orang-orang yang sabar..!”
Sebelum matahari tenggelam di sore hari itu, Abdullah bin Zubair syahid menuju Rabbnya. Dia pulang ke rahmat Allah dengan mengutamakan ridho-Nya. Kurang lebih tujuh belas hari setelah kematian puteranya, Asma wafat pula menyusul putra tercintanya. Asma binti Abu Bakar Ash Shiddiq pulang ke rahmatullah dalam usia seratus tahun. Walaupun usinya sudah lanjut, namun giginya masih utuh semuanya, tidak ada yang tanggal satupun. Daya pikirnya pun tetap kuat dan prima. Begitu pula dengan imannya. Semoga Allah meridhoi kedua hamba-Nya, Asma dan putranya Abdullah bin Zubair.
Wallahua'lam Bish-showab